All Stories
Sunday, 28 June 2009
HOME
Partai Demokrat dan Partai Republik menuntut Obama agar memberikan reaksi keras dan mengeluarkan ancaman penjatuhan sanksi yang berat terhadap Iran. Tuntutan ini disampaikan di tengah berlangsungnya penyelenggaraan Kongres Amerika.
Sikap politik Obama yang menerapkan pola dialog dengan pemerintahan Iran telah memicu reaksi para petinggi dari kedua partai tersebut untuk mengeluarkan ‘warning” terhadap Obama agar sikap politik tersebut ditangguhkan hingga Obama mengambil tindakan keras dalam upaya penghentian program nuklir Iran.
Situs “politico” yang secara khusus menyoroti problem-problem politik Amerika melaporkan: “ bahwa dalam minggu ini, rencana ketetapan kongres akan diserahkan ke senat Amerika, rencana ketetapan tersebut berisi permohonan kepada senat agar bersedia memberikan izin penjatuhan sanksi keras terhadap perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam penyuplaian bahan bakar terutama bensin terhadap Iran. Situs tersebut juga menyebutkan bahwa rencana ketetapan serupa sebelumnya telah sampai ke tangan parlemen Amerika. selengkapnya>>
SEKULARISME
Situs “politico” yang secara khusus menyoroti problem-problem politik Amerika melaporkan: “ bahwa dalam minggu ini, rencana ketetapan kongres akan diserahkan ke senat Amerika, rencana ketetapan tersebut berisi permohonan kepada senat agar bersedia memberikan izin penjatuhan sanksi keras terhadap perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam penyuplaian bahan bakar terutama bensin terhadap Iran. Situs tersebut juga menyebutkan bahwa rencana ketetapan serupa sebelumnya telah sampai ke tangan parlemen Amerika. selengkapnya>>
SEKULARISMEalih bahasa: Arif Fortunately
A. Defenisi
Al-'Almaniyyah atau Al-'Ilmaniyyah merupakan terjemahan yang kurang tepat dari kosakata Inggris “secularism” sedangkan transilterasi yang lebih tepat adalah Al-Ladiniyyah dan Ad-Duniawiyyah yaitu propaganda menjalani hidup bukan atas dasar agama, adapun dalam percaturan kehidupan politik bermakna atheisme dalam pemerintahan. Ia merupakan terminologi yang tidak terkait sama sekali dengan Sciens dan Scientisme . Istilah Al-Almaniyyah merupakan terjemahan dari kosakata Inggris “Secularity” yang terambil dari kata “Secular”. Sementara sinonimnya adalah Unreligious atau atheism (dalam bahasa Arab Laa Diiny atau Gairu ‘aqidy) sehingga Al-'Almaniyyah bermakna Al-Ladiniyyah (atheism) . selengkapnya>>
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 |
A. Defenisi
Al-'Almaniyyah atau Al-'Ilmaniyyah merupakan terjemahan yang kurang tepat dari kosakata Inggris “secularism” sedangkan transilterasi yang lebih tepat adalah Al-Ladiniyyah dan Ad-Duniawiyyah yaitu propaganda menjalani hidup bukan atas dasar agama, adapun dalam percaturan kehidupan politik bermakna atheisme dalam pemerintahan. Ia merupakan terminologi yang tidak terkait sama sekali dengan Sciens dan Scientisme . Istilah Al-Almaniyyah merupakan terjemahan dari kosakata Inggris “Secularity” yang terambil dari kata “Secular”. Sementara sinonimnya adalah Unreligious atau atheism (dalam bahasa Arab Laa Diiny atau Gairu ‘aqidy) sehingga Al-'Almaniyyah bermakna Al-Ladiniyyah (atheism) . selengkapnya>>
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 |
Monday, 25 May 2009
Sistem Informasi Thaliban Ungguli AS
Majalah populer AS "Foreign Policy" yang concern membahas kebijakan politik luar negeri menemukan indikasi bahwa kecepatan penyebaran informasi dan propaganda Taliban Afganistan lebih unggul dibanding pasukan pendudukan Amerika, sehingga Washington terpaksa mencari sistem informasi yang lebih efektif guna mencounter Taliban dalam ranah ini. Demikian dilansir Mafkarah Islam (26/5).Kolumnis Robert Hadik dalam artikelnya di majalah tersebut menuliskan: “tanggal 20 Mei, Depkominfo Pusat Komando Militer AS baru bisa melansir berita terkait jumlah korban warga sipil Afghan akibat invasi udara Amerika dalam peperangan jarak dekat di wilayah Barat Afghanistan. Ironisnya, peristiwa penyerangan tersebut terjadi semenjak 4 Mei silam”.
Ia melanjutkan: “Terdapat 16 hari masa tenggang antara perang dan publikasi informasi hasil investigasi yang memadai, namun jika laporan ini telah dianggap sebagai upaya strategis, itu artinya Amerika Serikat telah gagal dan harus cari sistem informasi yang lebih mutakhir’.
“Thaliban tidak butuh waktu 16 hari untuk mempublikasikan peristiwa penyerangan tersebut” ujarnya.
Michael Duran, mantan asisten Menteri Pertahanan AS: "hanya berselang 26 menit dari invasi pasukan AS di Afghanistan, berita penyerangan versi Thaliban telah dipublikasikan di bagian bawah video mobile TV BBC."
Majalah “Foreign Policy” menyoroti juga bahwa keunggulan Thaliban bukan karena alasan kecepatan publikasi informasi semata, tetapi juga akses luas ke pelbagai media dalam berbagai bahasa seperti Persia, Pashto, Arab, Inggris di berbagai stasiun radio, kemudian mereka langsung mendistribusikan kaset audio dan menyebarkan pesan-pesan.
Dia menambahkan: "Amerika Serikat sedang mempertimbangkan kebijakan penambahan menara transmisi penyiaran dan meningkatkan efisiensi stasiun siaran berita lokal dalam rangka meningkatkan kemampuan mereka untuk berkomunikasi dengan Afganistan serta berupaya memblokir sebisa mungkin akses internet Thaliban".
Dalam penutup artikel, "Robert Hadik" menghimbau pejabat berwenang AS untuk serius mencarikan solusi sistem informasi mutkhir jika AS ingin mengalahkan sistem informasi Thaliban.(Arif Fortuna)
Friday, 8 May 2009
Amerika Mengancam, Pakistan Gempur Thaliban

Pejabat berwenang Pakistan memutuskan akan menambah anggaran biaya militer mereka guna meningkatkan serangan terhadap kelompok Islam Taliban di lembah Swat yang terletak di Barat Laut Pakistan.
Perdana Menteri Pakistan Yusuf Ridho Gailani dalam pidato yang disiarkan beragam siaran televisi mengungkapkan: "Kami telah perintahkan pada militer Pakistan untuk menghabisi kelompok bersenjata tersebut". Pernyataan resmi tersebut ditujukan pada kelompok Thaliban yang berada di wilayah tempat tinggalnya suku-suku Pakistan yang berada di perbatasan Afghanistan.
Dia menambahkan: "telah tiba waktunya bagi rakyat guna berjuang bersama pemerintah dan militer Pakistan untuk membasmi kelompok-kelompok yang berupaya menjadikan negara ini sebagai sandera serta menjadikan masa depan bangsa ini suram akibat kekuatan senjata yang mereka mereka miliki.”
Hal tersebut dilakukan pemerintah Pakistan akibat gencarnya tekanan negara-negara Barat yang meminta kelanjutan perang militer Pakistan terhadap kelompok Islam “radikal”, terutama setelah meningkatnya kekhawatiran pemerintah setelah upaya perjuangan suku-suku di wilayah Pakistan untuk menerapkan syariah Islam.
Gailani mendesak masyarakat Internasional agar bersedia membantu pemerintah dalam menangani krisis yang menimpa warga sipil yang terpaksa melarikan diri dari rumah mereka akibat serangan kelompok bersenjata Pakistan di wilayah mereka.
Dilaporkan juga bahwa terdapat setidaknya sepuluh tentara Pakistan tewas dan sembilan orang lainnya menderita luka-luka dalam sebuah kontak senjata antara militer Pakitan dengan Taliban di lembah Swat, hari Kamis kemarin.
Sumber militer Pakistan mengatakan, setidaknya tujuh orang korban tentara Pakistan terbunuh ketika melakukan patroli dekat kota Mengora.
Washington Sambut Gembira Kebijakan Pemerintah Pakitan
Sementara itu, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Robert Gates yang pernah berkunjung ke Afghanistan mengatakan bahwa ia puas dan gembira dengan keberanian pemerintah Pakistan yang berupaya meningkatkan konflik senjata dengan pergerakan lokal Taliban.
Amerika Serikat dan sekutunya Barat menginginkan pembasmian terhadap gerakan perlawanan Islam di Afghanistan disamping upaya mereka mengakhiri perlawanan dan pengaruh kelompok Islam di wilayah suku-suku Pakistan serta karena mereka tidak mengizinkan munculnya penerapan hukum Islam.
Presiden Amerika Barack Obama mengeluarkan ancamannya pasca pertemuan dengan dua kepala negara Afghanistan dan Pakistan, bahwa Amerika tidak akan segan-segan membasmi kelompok-kelompok Islam di Afghanistan dan Pakistan.
Faktanya, gerakan perlawanan kelompok Taliban di Afganistan terhadap tentara pendudukan asing disana merupakan pekerjaan berat dan telah menyebabkan Amerika menderita kerugian besar akibat serangan bertubi-tubi kelompok Thaliban terutama di wilayah Selatan Afghanistan.
Di sisi lain, ribuan orang melarikan diri di saat adanya larangan sementara bagi penduduk di wilayah lembah Swat untuk keluar rumah, hal tersebut memberikan sinyalemen akan terjadinya krisis besar-besaran kemanusiaan , terlebih setelah peningkatan jumlah angka pengungsi yang sangat drastis.
Sementara itu Komite Palang Merah Internasional mengeluarkan peringatan agar masyarakat tetap berhati-hati, mengingat peluang bencana besar kemanusiaan yang bakal terjadi di wilayah Barat Laut Pakistan tersebut, setelah pengakuan dari pemerintah yang menyebutkan bahwa lebih dari satu juta orang telah melarikan diri dari daerah mereka ditambah setengah juta orang lain telah mengungsi ke wilayah Bajaur dan Bonaire akibat perang sengit yang sedang berlangsung antara militer Pakistan dengan kelompok Thaliban.
Sebuah komite pemerintahan menerangkan dalam sebuah pernyataan resmi, bahwa pemerintah belum dapat memberikan pelayanan optimal kepada warga sipil, terutama di zona peperangan berlangsung, namun komite tersebut masih terus berupaya mencoba untuk mempersiapkan bantuan medis dalam jumlah yang sangat besar yaitu lebih dari 120 ribu orang ditambah dengan kebutuhan-kebutuhan kesehatan lainnya.
Kepala Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Antonio Gatiras mengatakan bahwa ada kekhawatiran munculnya situasi bencana yang dapat menimpa ribuan pengungsi Pakistan disamping dua puluh ribu pengungsi Afghan yang sedang terancam di zona tempur.
oleh,
Arif Fortunately
Mahasiswa LIPIA Jakarta
Wednesday, 6 May 2009
Intelijen Inggris Rekrut Tahanan Guantanamo

Sebuah surat kabar Inggris "The Independent" memberitakan bahwa Badan Intelijen Inggris tengah mengusahakan perekrutan para tahanan Inggris yang mendekam di penjara Guantanamo dan kamp-kam tahanan Amerika lainnya.
Surat kabar tersebut mengatakan bahwa Agen Keamanan Dalam Negeri Inggris berjanji akan melindungi mereka dari orang-orang Amerika yang telah menahan mereka serta berjanji akan berupaya memastikan kepulangan mereka ke Inggris Raya.
Surat kabar tersebut menambahkan: “salah seorang tahanan di kamp penjara Amerika yang bernama Richard Bellmare mengaku telah ditawarkan gaji (salary) yang menggiurkan bila ia mau bergabung menjadi salah satu agen rahasia Inggris. Hal serupa juga ditawarkan pada tahanan lain bernama Bisher al-Rawi yang dijanjikan akan diusahakan kebebasannya dalam hitungan bulan dari kamp penjara asalkan ia bersedia bergabung.
Sementara itu, tiga orang tahanan lain terancam bakal dipindahkan ke penjara di negara lain di luar Amerika serta akan diperlakukan dengan tindakan yang lebih kejam bila mereka tidak bisa diajak bekerjasama dengan penyidik Amerika dan Inggris.
Penyiksaan terhadap tahanan
Koran Inggris sebelumnya pernah melansir bahwa Barat semestinya merasa malu karena penyiksaan kejam mereka lakukan para tahanan di Guantanamo.
Lebih lanjut, Koran tersebut juga memberikan satu salinan kasus Binyam Muhammad, pria asal Etiopia yang telah lama mukim di Inggris sebagai bukti kekejaman perlakuan Amerika terhadap para tahanan, namun untungnya sekarang pria Etiopia telah menghirup udara kebebasan dari Teluk Guantanamo yang terkenal kejam tersebut.
Monday, 4 May 2009
PBB Utus Komite Investigasi Ke Jalur Gaza
Sebuah komite investigasi dan pencari fakta yang sengaja ditunjuk oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB hari ini melakukan pertemuan di Jenewa Swiss, sebelum mereka ditugaskan ke wilayah Jalur Gaza.
Komite ini diutus guna melakukan penyidikan terhadap kejahatan perang oleh tentara pendudukan Zionis Israel terhadap jalur Gaza semenjak agresi yang mereka lancarkan bulan Desember hingga Januari 2009 lalu.
Para pengamat masih meragukan kesediaan Israel memberikan izin bagi komite ini untuk memasuki wilayah bekas zona perang di Jalur Gaza, mengingat sebelumnya Israel telah menolak bekerjasama dengan sebuah lembaga utusan PBB juga yang kala itu dipimpin oleh Desmond Tutu.
Sementara itu sumber BBC melaporkan, bahwa komite investigasi ini dipimpin oleh seorang tokoh asal Afrika Selatan yaitu Richard Juldsten yang pernah menjabat sebagai hakim dan jaksa di pengadilan tindak kejahatan perang di Yugoslavia dan Rwanda tahun lalu.
Diinformasikan juga, ketua Dewan Hak Asasi Manusia PBB Martin Ihoajabian Oohiombe mengatakan bahwa komite investigasi dan pencari fakta ini merupakan sebuah lembaga yang independen dan netral.
Komite tersebut beranggotakan Cristhine Chinkin, seorang ahli hukum Internasional yang berasal dari Inggris, Hina Jailani seorang Hakim di Mahkamah Agung Pakistan, pakar dari Perserikatan Bangsa-Bangsa serta seorang pensiunan Kolonel Desmond Travers asal Irlandia.
Tentara pendudukan Zionis Israel masih mengklaim bahwa peristiwa berdarah yang terjadi di wilayah Jalur Gaza berlangsung sesuai dengan aturan perang yang telah ditetapkan oleh Hukum Internasional, meskipun pembantaian-pembantaian yang mereka lakukan di wilayah Tepi Barat tergolong dalam agesi militer terparah dalam catatan sejarah militer mereka.
Sementara itu, tadi subuh pasukan pendudukan Zionis menangkap sepuluh warga Palestina di berbagai bagian wilayah di Tepi Barat.
Sumber-sumber Palestina dan Israel menyebutkan bahwa kasus penangkapan terhadap 10 orang warga Palestina tersebut dilakukan atas alasan karena mereka masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) pasukan Israel.
Sumber-sumber tersebut menginformasikan juga bahwa sebagian mereka ditangkap di kamp Qalandia di Ramallah dan sebagian lain ditangkap di Betlehem, hingga saat ini dilaporkan bahwa sepuluh orang tahanan itu telah dipindahkan ke pusat penyelidikan.
oleh,
Arif Fortuna
Monday, 27 April 2009
Kongres Amerika Mengkhawatirkan Nuklir Iran
Partai Demokrat dan Partai Republik menuntut Obama agar memberikan reaksi keras dan mengeluarkan ancaman penjatuhan sanksi yang berat terhadap Iran. Tuntutan ini disampaikan di tengah berlangsungnya penyelenggaraan Kongres Amerika. Sikap politik Obama yang menerapkan pola dialog dengan pemerintahan Iran telah memicu reaksi para petinggi dari kedua partai tersebut untuk mengeluarkan ‘warning” terhadap Obama agar sikap politik tersebut ditangguhkan hingga Obama mengambil tindakan keras dalam upaya penghentian program nuklir Iran.
Situs “politico” yang secara khusus menyoroti problem-problem politik Amerika melaporkan: “ bahwa dalam minggu ini, rencana ketetapan kongres akan diserahkan ke senat Amerika, rencana ketetapan tersebut berisi permohonan kepada senat agar bersedia memberikan izin penjatuhan sanksi keras terhadap perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam penyuplaian bahan bakar terutama bensin terhadap Iran. Situs tersebut juga menyebutkan bahwa rencana ketetapan serupa sebelumnya telah sampai ke tangan parlemen Amerika.
Disamping itu, anggota Kongres juga telah mengirimkan surat kepada Obama, di dalamnya mereka menyampaikan bahwa semua bentuk komunikasi dan negosiasi politik dengan Iran tidak akan berjalan efektif dan terbuka. Mereka menambahkan: “bahwa segala bentuk upaya dialog yang dilakukan mesti mendorong Iran agar bersedia menghentikan semua operasi pengembangan Uranium yang berpeluang akan digunakan untuk memproduksi senjata nuklir.
Salah satu wakil dari partai Demokrat yang juga merupakan Ketua Sub Komite anti terorisme dan perdagangan nuklir di Senat Amerika mengatakan: “sebaiknya Amerika memberikan dua model reaksi terhadap Iran yaitu sanksi hukum dan negosiasi yang keras”.
Sementara itu, Uni Eropa mendukung sepenuhnya kebijakan politik baru Amerika terhadap Iran tersebut. Hal itu disampaikan para Menteri Luar Negeri Uni Eropa di Luxemburg. Mereka menambahkan: “pada saat yang sama, Uni Eropa juga menyerukan kepada Iran agar memanfaatkan kesempatan ini guna melakukan dialog dan negosiasi secara serius dengan masyarakat dunia Internasional agar dapat menghentikan kekhawatiran masyarakat dunia dan menemukan solusi demi berlanjutnya pengembangan tenaga nuklir Iran yang digunakan untuk kepentingan non militeristik”.
Iran sendiri tetap bersikukuh melanjutkan pengembangan uranium mereka meskipun Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan 5 keputusan tekait penghentian program nuklir Iran tersebut, dimana tiga diantara keputusan bernada sanksi hukum. Hingga sekarang masih banyak tercatat negara-negara dunia yang mengkhawatirkan kemampuan pengembangan tenaga nuklir Iran yang ditakutkan akan digunakan demi kepentingan-kepentingan militer meskipun Teheran telah menolak hal itu dengan tegas.
Oleh,
Arif Fortuna

Situs “politico” yang secara khusus menyoroti problem-problem politik Amerika melaporkan: “ bahwa dalam minggu ini, rencana ketetapan kongres akan diserahkan ke senat Amerika, rencana ketetapan tersebut berisi permohonan kepada senat agar bersedia memberikan izin penjatuhan sanksi keras terhadap perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam penyuplaian bahan bakar terutama bensin terhadap Iran. Situs tersebut juga menyebutkan bahwa rencana ketetapan serupa sebelumnya telah sampai ke tangan parlemen Amerika.
Disamping itu, anggota Kongres juga telah mengirimkan surat kepada Obama, di dalamnya mereka menyampaikan bahwa semua bentuk komunikasi dan negosiasi politik dengan Iran tidak akan berjalan efektif dan terbuka. Mereka menambahkan: “bahwa segala bentuk upaya dialog yang dilakukan mesti mendorong Iran agar bersedia menghentikan semua operasi pengembangan Uranium yang berpeluang akan digunakan untuk memproduksi senjata nuklir.
Salah satu wakil dari partai Demokrat yang juga merupakan Ketua Sub Komite anti terorisme dan perdagangan nuklir di Senat Amerika mengatakan: “sebaiknya Amerika memberikan dua model reaksi terhadap Iran yaitu sanksi hukum dan negosiasi yang keras”.
Sementara itu, Uni Eropa mendukung sepenuhnya kebijakan politik baru Amerika terhadap Iran tersebut. Hal itu disampaikan para Menteri Luar Negeri Uni Eropa di Luxemburg. Mereka menambahkan: “pada saat yang sama, Uni Eropa juga menyerukan kepada Iran agar memanfaatkan kesempatan ini guna melakukan dialog dan negosiasi secara serius dengan masyarakat dunia Internasional agar dapat menghentikan kekhawatiran masyarakat dunia dan menemukan solusi demi berlanjutnya pengembangan tenaga nuklir Iran yang digunakan untuk kepentingan non militeristik”.
Iran sendiri tetap bersikukuh melanjutkan pengembangan uranium mereka meskipun Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan 5 keputusan tekait penghentian program nuklir Iran tersebut, dimana tiga diantara keputusan bernada sanksi hukum. Hingga sekarang masih banyak tercatat negara-negara dunia yang mengkhawatirkan kemampuan pengembangan tenaga nuklir Iran yang ditakutkan akan digunakan demi kepentingan-kepentingan militer meskipun Teheran telah menolak hal itu dengan tegas.
Oleh,
Arif Fortuna

Thursday, 23 April 2009
Tafsir Al-Quran
Muqaddimah Tafsir Fi Zhilal Al-Quran (1)
Hidup di bawah naungan Al-Qur’an adalah sebuah nikmat. Nikmat yang tidak diketahui indahnya kecuali bagi orang yang merasakannya. Nikmat yang mengangkat derajat hidup, memberkahi dan mensucikannya. Jika Anda diberi Allah nikmat hidup di bawah naungan Al-Qur’an dalam suatu masa, Anda pasti merasakan nikmat yang luar biasa yang belum pernah Anda rasakan sebelumnya dalam hidup ini. Rasakanlah nikmat yang mengangkat derajat hidup Anda, memberkahi dan mensucikannya.read more
Hidup di bawah naungan Al-Qur’an adalah sebuah nikmat. Nikmat yang tidak diketahui indahnya kecuali bagi orang yang merasakannya. Nikmat yang mengangkat derajat hidup, memberkahi dan mensucikannya. Jika Anda diberi Allah nikmat hidup di bawah naungan Al-Qur’an dalam suatu masa, Anda pasti merasakan nikmat yang luar biasa yang belum pernah Anda rasakan sebelumnya dalam hidup ini. Rasakanlah nikmat yang mengangkat derajat hidup Anda, memberkahi dan mensucikannya.read more
Muqaddimah Tafsir Fi Zhilal Al-Quran (2)
Jika Anda hidup di bawah naungan Al-Qur’an, Anda pasti akan hidup tenang dan tentram sambil melihat tangan Allah dalam segala kejadian dan dalam segala urusan. Anda hidup dalam pangkuan Allah dan dan penjagaan-Nya sambil menikmati positifitas sifat-sifat-Nya dan perbuatan-Nya.
أَمْ مَنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ
"Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan…." (QS An-Naml : 62). read more
Subscribe to:
Comments (Atom)